Sabtu, 03 Agustus 2013

Pengamas DIV ADH STPNDB & Arung Sungai di Petang, Jum'at, 19 Juli 2013




Pengamas dan Arung Sungai...... Adakah hubungannya? Ehm..... Tentu saja. Karena Pengamas kali ini adalah Pengabdian Masyarakat Program Studi Diploma IV Administrasi Perhotelan, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Dan...... setelah selesai seluruh rangkaian kegiatan Pengamas dilakukan bagi 150 orang masyarakat yang ada di Desa Petang tersebut, para dosen dan staf Prodi ADH STPNDB mengikuti olahraga arung sungai, yang kerennya disebut dengan rafting tersebut.


Acara Pengamas Prodi ADH STPNDB yang melelahkan? Tidak...... karena kita melakukan bersama-sama dengan suasana kekeluargaan, dan sepenuh kekompakan. Maka..... enjoy dengan segala situasi dan kondisi yang ada. Setelah tuntas, menikmati makan siang bersama, kami segera mengarah ke lokasi dimana Arung Sungai kami berawal kali ini.








Kami menyusuri undakan anak tangga berjumlah ratusan tersebut, mengarah menuju sungai dengan bebatuan dan arus yang sungguh deras. Para pemimpin dalam perahu karet kami telah bersiap, mereka mengarahkan bagaimana kami harus tetap tenang, memegang tongkat pengayuh, memegang tali, dan selalu waspada, dan juga memperhatikan setiap arahan yang diberikannya.











Barang-barang yang tidak diperlukan selama menyusuri sungai, kami letakkan di dalam mobil. Sedang barang-barang yang dibutuhkan, seperti kamera, dibungkus dengan plastik dan dimasukkan ke dalam kantung pada masing-masing perahu yang ada, kecuali kamera anti air milik ibu Sastri.









Terdapat lima perahu yang kami pergunakan saat itu, dengan masing-masing perahu berisi empat orang penumpang, dan se orang pengemudi perahu. Bersama ku dalam satu perahu adalah, ibu Sukerti, Ibu Sri Sadjuni, Ibu Sastri, dan sang pengemudi, pak Agung.



Menyusuri anakan sungai beraliran deras tersebut, keceriaan dan kebahagiaan menyelimuti kami. Dengan diiringi teriakan bila arus kian deras, beberapa kali menemui bebatuan terjal, air terjun, hingga tersangkut di batu hingga perahu tidak bisa bergerak.




Perjalanan rafting kami berakhir di desa Pangsan. Kami naik lift dari kotak besi yang ditarik ke atas, sekitar 5 menit perjalanan, sepanjang 50 meter. Segelas teh dan kopi hangat menyambut kami semua setelah berganti dengan pakaian bersih. Kami bersalaman dan bercengkerama sejenak sebelum meninggalkan lokasi tersebut. Semoga kami masih diberi kesempatan dan berkat untuk bisa mengulangi kembali perjalanan kami ini suatu saat kelak.....



































Viva ADH, Viva STPNDB, Viva Pengamas...... Kemesraan ini, jangan pernah berlalu. Kerja oke, narsis oke. Buktikan, berkarya dan berkreasi selalu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar