Kamis, 01 Agustus 2013

PSDP STPNDB bagi Adi (3)




Pembinaan Sikap Dasar Profesi Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali hari ketiga. Aku tetap belum bisa sepenuhnya mengamati dan mengikuti aktivitas mereka, baik para panitia, para mahasiswa baru, juga orang yang terlibat disekitarnya. Biasanya, dari tahun ke tahun, selalu ada yang kulakukan bagi mereka. Entah sekedar memberi informasi yang menenangkan para orangtua yang waswas akan apa yg dihadapi para anak mereka, para mahasiswa yang histeria karena kelelahan, atau yang lainnya lagi.....

Kesibukan DUPAK yang harus kutuntaskan, telah menyita perhatian dan tenaga. Meski kami berada pada tempat sama, STPNDB, namun aku tidak bisa menjangkaunya. Bahkan, hanya bisa kutemui dia jelang acara PSDP bubar setiap pukul enam sore harinya.

Kubawakan Adi beberapa pakaian ganti. "Ma, bawakan Adi celana dalam ya. Abis semua nih". Demikian pesan singkatnya di mobile phone ku. Dan, kusiapkan pakaian ganti baginya, juga bagi Dede sahabatnya. Mereka bersahabat akrab semenjak di bangku sekolah SMAN I Negeri Denpasar. Made Pasek Bhajraskara. Adi menumpang di rumah Om nya Dede. Aku tidak mampu memberi apa pun bagi mereka. Semoga Tuhan membalas budi baik keluarga mereka.






Setelah tiga hari digojlok dengan beragam aktivitas, dan terpisah tinggal sementara dari kami, dia terlihat begitu hitam legam. Demikian pula dengan sekitar 700 an calon mahasiswa baru peserta PSDP STPNDB yang telah berjemur seharian di bawah terik mentari selama tiga hari berturut-turut....

Namun Adi sudah lebih tabah dan tenang menjalani hari-hari ini. "Adi sudah besar. Tidak perlu lagi selalu mengganggu mama dan bapak dengan tugas-tugas Adi". Demikian ujarnya saat kutanya, tugas apa lagi yang belum diselesaikannya, dan membutuhkan bantuan kami untuk melengkapinya.


Dheuuhh......
Sungguh, terkadang aku begitu miris, dan merasa sedih. Dia masih begitu muda, membutuhkan bimbingan dan pendampingan kami. Namun, semua ini demi masa depannya pula...... Dia harus melalui tahapan penggemblengan ini, agar menjadi pria dewasa nan bijak bagi dirinya sendiri, tangguh dalam menjalani hari demi hari, dan segala tantangan juga rintangan dalam kehidupannya kelak.











Bahkan..... kulihat pula para calon mahasiswa baru lainnya, setelah lelah seharian berjemur dengan beragam tugas yang masih menanti untuk dikerjakan, namun menyempatkan diri untuk berfoto ria bersama. Ehm..... sungguh, keceriaan remaja. Dengan segala aktivitas yang ada di seputar kehidupan mereka..... dengan segala tipe karakter kepribadian juga lingkungan yang menyertainya. Mereka akan belajar untuk menjadi dewasa dengan cara mereka sendiri.



Memanjakan sang anak terlalu berlebihan sungguh tidak baik bagi dirinya sendiri, juga bagi lingkungan. Dia hanya akan menjadi pria lembek dan manja. Takkan bisa mandiri. Hidup juga berarti dia harus belajar beradaptasi dengan lingkungan dan situasi yang mungkin terjadi, belajar berorganisasi, belajar bersama-sama dalam sebuah tim, yang berarti harus siap dengan segala kelemahan dan kelebihan orang lain, harus siap mengakui kekurangan dan kesalahan diri sendiri, harus menjadi smakin baik dan bijak dari hari ke hari. Terjatuh berkali, akan bangkit kembali berkali dan berkali.....

Ah, Adi anakku tersayang...... My lovely handsome amazing bodyguard....... Berjalanlah selalu, tegakkan langkah tubuhmu, meski terkadang hidup ini tidak selalu mudah, tidak seindah mimpi dan harapan kita semua.....






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar