Rabu, 12 Juni 2013

Di antara kerja & kuliah, di antara murid dan sahabat juga keluarga, di antara tuntutan dan harapan.... Inilah Aku.


Karena manusia bijak dan dewasa akan selalu berusaha menyeimbangkan harapan dan kenyataan, keinginan dan kebutuhan, tuntutan dan pekerjaan, juga haknya.......



Maka, di tengah pelaksanaan Ujian Akhir Semester di kampus dimana aku bekerja, Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, di awal Juni 2013 ini, sementara begitu besar keinginan untuk juga melanjutkan bimbingan bagi disertasi dengan para Doktor dan Profesor tercinta di kampus dimana aku melanjutkan pendidikanku, Program Studi Kajian Budaya, Program Pascasarjana S3, Doktoral, Universitas Udayana, perlu kebajikan dan kebijakan mengatur strategi.



Dari awal, beberapa rekan sudah memelas memohon bantuan untuk mengganti mereka mengawasi ujian. Ibu Luh Nyoman Tri Ariani, S.Sos., M.Si, yang sedang menuntaskan prosesi pengabenan anaknda terkasih. Ibu Nyoman Sukerti, SE., M.Si., yang akan cuti karena persiapan memukur ibunda tersayang, ditambah dengan anaknya yang terluka karena terjatuh dan terpaksa di jahit dokter di bagian pantat. Ibu Dra. IGA Mirah Darmayanti, M.Si., yang sibuk mengurus ibunda yang sudah sangat sepuh sedang dia sendiri juga jatuh sakit. Ibu Ka.Prodi Administrasi Perhotelan yang ditugaskan untuk mengikuti workshop 30 Ikon Kuliner Nusantara selama 3 hari juga di STPNDB.



Dari hari Senin, Selasa, dan Rabu ini, sudah berkali-kali kugantikan para rekan tersebut bertugas sebagai pengawas. Kamis siang adalah rencana jadwal bimbinganku bersama Prof. Dr. AA Anom Kumara, M.Si. Sudah semenjak dua minggu lalu kami merencanakan pertemuan bimbingan bagi disertasi. Aku tidak memiliki kesempatan dan cukup waktu untuk mencetak bahan bimbingan, maka kuangkut printer dari rumah, berencana untuk melakukan proses pencetakan di kantor.



Namun Tuhan memiliki rencana indah..... Saat sedang meluncur di jalan raya Denpasar menuju Nusa Dua di atas motor tercinta, dengan ransel di pundak, dan alat printer di depan, hujan turun, kian lama kian deras. Hiks..... Berhenti ku di pinggir jalan. Menggulung celana panjang yang kukenakan, memakai jas hujan, membungkus tubuhku, ransel dan juga printer. Lalu kembali melanjutkan perjalanan.























Tiba di kampus STPNDB, kugantikan bu sukerti yang seharusnya bertugas mengawas. Waktu menunjukkan pukul 10 saat kutuntaskan tugas awal. 



Bersama ibu Dra. Luh Lasmini, kulanjutkan hari dengan sejenak mengikuti workshop 30 Ikon Kuliner Nusantara yang digelar oleh Kemenparekraf bekerja sama dengan STP Nusa Dua Bali, kami bergerak menuju Kitchen Stadium.

Workshop ini diselenggarakan dalam rangka Coaching Clinic Kuliner Nusantara, Selasa - Kamis, 11 - 13 Juni 2013, oleh Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif & Event, Kemenparekraf bersama STP Nusa Dua Bali, Selasa - Kamis, 11 - 13 Juni 2013.

Dibuka oleh Ka. STPNDB, diwakili Puket I, Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, dihadiri Ka.Diparda Bali, IB Kade Subikshu, Kasubdit Pengemb. Wisata Minat Khusus Konvensi, Insentif & Event Kemenparekraf, Agustin Mulyawati, dan narasumber pakar kuliner nusantara, Wiliam W. Wongso, diikuti kalangan akademisi, praktisi kuliner nusantara, chef di lingkungan industri, chef sekolah pariwisata, pengusaha di bidang kuliner, serta pihak perhotelan.









Bergabung bersama Ibu Ka.Prodi Administrasi Perhotelan, Luh Gde Sri Sadjuni, SE., M.Par, kami membuat beberapa hasil olahan Kuliner Nusantara seperti Klappentaart Manado, cendol, sate.





Kami sempatkan pula berfoto ria dengan chef Vindex yang menjadi narasumber hari itu.
























Jeda istirahat setelah sessi pertama pengolahan beragam produk, aku kembali untuk melanjutkan proses pencetakan untuk bahan bimbingan disertasi keesokan hari. Dan.... kusadari tinta printerku habis, tak bisa melanjutkan proses pencetakan. Whoaaaaa...... Aku hanya bisa melanjutkan proses pengeditan karya tulis dan berharap nanti malam bisa lanjut bekerja di rumah.

Waktu menunjukkan pukul 5 sore, saat aku beranjak menuju ke tempat parkiran. Berfoto bersama ketua koperasi Werdhi Wisata STPNDB, Putu Eka Darmaputra, SE., M.Par, dengan sasaran motor Ninja Kawasaki Ijo yang ada di parkiran, entah milik siapa.....




Tuntaskah acara hari ini ????
Hmmm, belum lagi. Nita Yusnita Dewi, mantan muridku di Prodi Administrasi Perhotelan, alumni tahun 2008, yang kini bekerja di Hotel Ibis Tanjung Benoa, keesokan hari akan melangsungkan upacara Metatah dan Mapetik. Metatah adalah upacara Potong Gigi sebagai simbol bahwa seseorang telah menapaki jenjang dari remaja menuju dewasa, sedang Mapetik adalah upacara potong rambut, sebagai simbol seorang anak bersiap memasuki tahap berikut dalam kehidupan.

Hari Kamis, 13 Juni 2013, aku harus mengawas 2 Mata Ujian Teori Akhir Semester, sebelum bergerak menuju kampus UNUD Denpasar, untuk bimbingan disertasiku. Tak cukup waktu untuk berkunjung memberi doa dan berkat bagi Nita dan keluarga. Maka, kuputuskan hari ini, meski sudah sore, kembali aku bergerak ke arah Tanjung Benoa. Menyusuri jalan Pratama, berbelok di Gang Satriya, dan sudah dinanti oleh si Nyit Nyit, panggilan akrab Nita Yusnita Dewi.







Berramahtamah dengan keluarganya, menikmati kebersamaan kami sejenak, kembali aku berpamit untuk kembali.

Pulang ke rumahkah aku???
Belum juga. Tinta printer yang habis membuatku harus mampir untuk mengisi ulang tinta printer ku. Maka, ke Rimo IT Trading Center kumampir. Sudah pukul 7 malam, saat kutapaki jenjang anak tangga naik ke lantai dua, tempat langgananku untuk melakukan refill tinta printer. Berjumpa dengan Febio Dewangga Ekak, muridku di Prodi Administrasi Perhotelan, yang baru saja menuntaskan ujian akhir semester, dan sedang menyelesaikan skripsinya, yang juga sedang berjalan2 di Rimo bersama pacarnya. Aku juga menyempatkan berjumpa dengan keponakanku yang bekerja sebagai penjaga toko di salah satu counter di Rimo, sebelum kutuntaskan tugas mengisi ulang printer hingga siap untuk dipergunakan kembali.




Om Awighnam Astu...... Astungkara..... Swaha. Akhirnya tuntas segenap rangkaian kegiatan di luar rumah. Aku tiba di rumah, bercengkerama sejenak dengan anak dan suami, sebelum tepar, terkapar lelah.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar