Selasa, 18 Juni 2013

Hindu Siwa di Indonesia


  • Bapak Nyoman Maker menjelaskan..... Di antara sekta2 Hindu yg menyebar ke Nusantara, kebetulan sekta Siwa yg paling besar pengaruhnya. Demikian juga di Asia Tengah (Zasirah Arab) Asia Tengah (Cina). Tetapi Yg ke Eropa justru Wainawa (Wisnu) yg berpengaruh. Di Nusantara, Brahmaisme dan Waisnawa juga berpengaruh, tetapi tdk sebesar Siwaisme.
     

    Dlm beberapa cerita dlm weda ada yang mengatakn bahwa dewa siwa yg pling sakti diantara para dewa, pa benar demikian ?


     
    Bapak Partha Saputra menambahkan, apakah hafal dg mantram tri sandya? pada tri sandya bait ke 3 disebutkan bahwa brahma, wisnu, iswara adalah sebutan untuk Beliau yg Tunggal.

     
    Menurut Bapak Putu Sumadana, mungkin yang mayoritas waktu itu siwa sidanta padahal banyak sekta hindu yang lainya..nah makanya kenapa mpu kuturan bikin konsep untuk menyatukan semua sekte hingga lahirlah penawasangaan 9 penjuru dunia dengan setiap kutubnya ada dewa dewa yang bertugas....kalau ada teman yang lebih tau silahkan komen agar semua paham suksema
  • Karena konsep ketuhanannya memakai konse Adwita dan Siwa sebagai Tuhan

     
    Menurut bapak Gede Warsana, Sekta Siwa Sidhanta dipimpin oleh Maha Rsi Agastya di daerah Madyapradesh (India tengah) kemudian menyebar ke Indonesia. Di Indonesia seorang Maha Rsi pengembang sekta ini yang berasal dari pasraman Agastya Madyapradesh dikenal dengan berbagai nama antara lain: Kumbhayoni, Hari Candana, Kalasaja, dan Trinawindu. Yang populer di Bali adalah nama Trinawindu atau Bhatara Guru, begitu disebut-sebut dalam lontar kuno seperti Eka Pratama.

    Ajaran Siwa Sidhanta mempunyai ciri-ciri khas yang berbeda dengan sekta Siwa yang lain. Sidhanta artinya kesimpulan sehingga Siwa Sidanta artinya kesimpulan dari Siwaisme. Kenapa dibuat kesimpulan ajaran Siwa? karena Maha Rsi Agastya merasa sangat sulit menyampaikan pemahaman kepada para pengikutnya tentang ajaran Siwa yang mencakup bidang sangat luas.

    Diibaratkan seperti mengenalkan binatang gajah kepada orang buta; jika yang diraba kakinya, maka orang buta mengatakan gajah itu bentuknya seperti pohon kelapa; bila yang diraba belalainya mereka mengatakan gajah itu seperti ular besar. Metode pengenalan yang tepat adalah membuat patung gajah kecil yang bisa diraba agar si buta dapat memahami anatomi gajah keseluruhan.

    Bagi penganut Siwa Sidhanta kitab suci Weda-pun dipelajari yang pokok-pokok / intinya saja; resume Weda itu dinamakan Weda Sirah (sirah artinya kepala atau pokok-pokok). Lontar yang sangat populer bagi penganut Siwa Sidhanta di Bali antara lain Wrhaspati Tattwa. Pemantapan paham Siwa Sidhanta di Bali dilakukan oleh dua tokoh terkemuka yaitu Mpu Kuturan dan Mpu/Danghyang Nirartha.

    Di India wahyu Hyang Widhi diterima oleh Sapta Rsi dan dituangkan dalam susunan sistematis oleh Bhagawan Abyasa dalam bentuk Catur Weda. Pengawi dan ahli Weda I Gusti Bagus Sugriwa dalam bukunya: Dwijendra Tattwa, Upada Sastra, 1991 menyiratkan bahwa di Bali wahyu Hyang Widhi diterima setidak-tidaknya oleh enam Maha Rsi. Wahyu-wahyu itu memantapkan pemahaman Siwa Sidhanta meliputi tiga kerangka Agama Hindu yaitu Tattwa, Susila, dan Upacara. Wahyu-wahyu itu berupa pemikiran-pemikiran cemerlang dan wangsit yang diterima oleh orang-orang suci di Bali sekitar abad ke delapan sampai ke-empat belas yaitu : 1. Maharsi Markandya 2. Mpu Sangkul Putih3. Mpu Jiwaya 4. G.B Mpu Kuturan 5.Mpu Manik Angkeran 6. Ida Danghyang Nirartha yang mewariskan Padmasana dengan pemujaan Tri Purusa Siwa, Sada Siwa dan Parama Siwa. Suksma lan rahayu


  •  
    Menurut Made Tommy Brahmaputra, Ida Pedanda Nabe menjelaskan sebagai berikut;

    Om Swastiastu. Untuk menjawab pertanyaan saudara perlu tulisan panjang lebar namun di sini saya akan tulis singkat saja. Kenapa Hindu di Indonesia Hindu Siwa
    ? Sebab konsep Siwaistis itu sangat cocok dengan alam dan situasi kehidupan di Indonesia. Apa benar Dewa Siwa paling sakti? Berpegangan pada teks siwaistis itu memang benar, namun kenyataannya yang riil tergantung dari penghayatan dan pemahaman serta keyakinan kita. Terima kasih.
     
  • Sy ingn ikut nimbrung untuk ini..tapi tapi untuk menguraikan ini sangattt panjang sekali..ajaran dari Siwa yg paling tua dan menyeluruh di India..konsep Brahma dan wisnu jauh belakangan setelah dari golongan sudra membuat golongan brahmana lgi dari gl...See More

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar