Selasa, 11 Juni 2013

Tentang empat pilar dalam hidupku



 Genius Local Wisdom & Globalisasi bisa seiring sejalan


1. Tri Hita Karana


2. Desa Kala Patra







Hulu teben adalah konsep Bali Kuno dengan arah dasar konsep di Pura Pucak Penulisan dengan pura Deha sebagai tebennya, konsep ini diterapkan pada zaman bali kuno sebelum keraton bali kuno pindah dari pegunungan menuju daerah dataran
Konsep ini dibuka secara transparan oleh Thomas A Router dalam bukunya yang diterjemahkan berjudul acara-acara keagamaan pada masa bali kuno di pegunungan Bali
Konsep hulu teben masih dipakai oleh masyarakat sampai sekarang, dengan mencari hulu utara dan timur sebagai daerah yang sakral, contohnya tempat tidur orang Bali akan menghadap utara atau timur
Konsep Segara Gunung mulai diperkenalkan pada sekitaran tahun 1550 masa pemerintahan Dhalem Baturenggong, dengan mengadopsi hulu teben dengan lebih kaya, karena sudah munculnya faham Siwa Sidanta di Bali. Hal ini juga dengan mengambil konsep Lingga Yoni, Purusa dan Predana
Konsep Segara gunung diperkenalkan oleh pengawi Ida Dhang Hyang Niratha pada tahun 1557 dengan kekawin Dharma Sunya. Sampai sekarang proses segara gunung dilaksanakan dalam upacara-upacara penting diantaranya pada saat pemlaspas, memukur dll
Konsep Tri sadaka muncul dari sari-sarinya Tri Murthi, dan Tri Bhuwana. Alam bhur bwah dan swah. Lahir, hidup dan mati. Siwa budha bujangga. Siwa, sadha siwa dan parama siwa. Juga Tri Datu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar