Sabtu, 29 Juni 2013

Om Awighnam Astu.... Kebanjiran lagi, Jum'at dini hari, 28/6/2013




Hari Kamis malam, 27 Juni 2013. Makan malam baru kami liwati sekeluarga. bersiap untuk tidur, kami dapati langit seolah berduka. Petir keras saling menyambar di angkasa, gemuruh bersahutan, kemudian turun hujan deras yang kian lama kian mengamuk di malam hari pekat. Kukira hujan bakal berhenti ngambek selewat tengah malam, namun yang terjadi malah hujan kian kencang berteguh sikukuh, menemani kami sepanjang malam.

Well, di saat kusadari debit air kian meningkat di saluran got, kami sudah waspada..... akan kebanjiran lagi. Dan, karena sudah berkali mengalami ini, kami sudah menempatkan barang-barang 10 hingga 15 cm dari atas lantai. Aku pun lanjut tidur di kala jam berdentang melewati angka 12 malam dengan sukses.

Banjir dan kebanjiran, hingga air masuk ke dalam rumah.... Haruskah kita menyesali diri berkepanjangan? Merengek dan mengutuk alam, serta merenungi nasib yang terjadi dan mesti di alami..... Hmmm, bukan tipe ku lah itu.

Di luar sana, ada jauh lebih banyak orang yang lebih terpuruk dan menderita di bandingkan nasib kita. Sudah bersyukur aku sedang berkumpul bersama keluarga kecilku. Ku syukuri kami masih punya rumah tempat berlindung dan bernaung dari hujan angin ribut yang mengamuk di larut malam. Bagaimana dengan mereka yang tetap wajib menjalankan tugas di tengah cuaca seperti ini? mengumpulkan setiap sen, setiap rupiah, demi menyambung kehidupan. Bagaimana dengan mereka yang bahkan tak sempat berpikir menyelamatkan diri di tengah kepungan banjir, karena memang tiada pilihan bagi mereka ?



Pukul 3 pagi dini hari, langit berkurang dari mencurahkan debit air hujannya. Suami dan anak-anakku terbaring lelah setelah mengawasi hujan deras dan bertambahnya ketinggian air yang masuk ke dalam rumah. Kini tugasku melanjutkan pekerjaan mereka. Kuselimuti tubuh ke dua anakku yang tertidur lelap. Kuambil sapu, mulai mendorong genangan air di dalam rumah, ke arah luar. Pompa air di halaman masih bekerja, mengeluarkan genangan air di tengah halaman, ke arah got di samping rumah.

Tiga jam bekerja, menyapu genangan air di dalam rumah, kemudian membersihkan sisanya dengan lap pel, bahkan aku sempatkan memasak nasi dan telur dadar bagi keluarga tercinta, juga sop hangat bagi mereka di kala terjaga pagi hari. Pukul 7 pagi hari, dua ember jemuran sudah berderet di tempat layak. Simbok tiba, dan tinggal melanjutkan mencuci perabot dapurku.

Pukul 8 pagi, aku sudah meluncur di jalan raya menuju Nusa Dua, lanjut bekerja. Hari ini kami bersiap membuat tugas laporan Beban Kerja Dosen selama Tahun Akademik 2012 / 2013. 

Ah ha......
Hidup adalah pilihan, sayangku.
Dan, orang-orang pilihan akan mau belajar dari beragam situasi dan kondisi.
Hanya merengek dan mencaci maki, atau bangkit berusaha melakukan apa pun yang bisa.
Dan, telah kulakukan semampuku, kucintai kehidupanku, kunikmati segala yang ada.....
Suka dan duka dalam hidup ini, keluarga dan para sahabat, semua yang ada.....
Aku bukanlah orang hebat, aku bukanlah orang kuat atau sakti,
Aku adalah aku, dengan segala kekurangan dan kemauan, juga kemampuanku.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar